Kamis, 11 Agustus 2016

Title: Lift





Author: Sad Anonim.

Andrew sedang berjalan menaiki satu-persatu anak tangga yang ada dikantornya. Sebuah gedung berlantai 10, tempat dimana dia berkerja sehari-hari menjadi staf HRD. Diumurnya yang ke-30 ini ia masih saja menyendiri. Banyak staf wanita yang mencoba untuk mendekatinya, namun ia sepertinya tak menggubris satupun dari mereka. Wajah tampan dengan postur badan yang tinggi dan atletis tentu membuat banyak wanita menginginkannya. Minggu lalu Andrew pulang larut malam, tak seperti biasanya. Perkerjaannya sangat menumpuk hari ini. Pukul 23:00 akhirnya

Andrew bisa bernafas lega, semua perkerjaannya selesai. Karena kondisi fisiknya yang sudah mulai lelah membuat Andrew memilih untuk turun dari lantai sepuluh itu menggunakan lift. Ia menekan tombol lift dan masuk kedalam. Lift itu menutup dan mulai menuruni satu persatu lantai gedung itu. Andrew bersiul sambil menunggu lift itu tiba dilantai dasar. Namun tiba-tiba lift itu berhenti saat sampai dilantai 5. Pintu lift terbuka dan seorang wanita berjalan masuk kedalam lift itu. Wanita itu sangat menawan, hingga Andrewpun tertarik.

"Ehem.. Boleh aku tau siapa namamu?" tanya Andrew.

Wanita itu memalingkan wajahnya kearah Andrew.

"Oh iya, aku Nia," ucap wanita cantik itu.

"Aku baru kali ini melihatmu, kau anak baru ya?" tanya Andrew lagi.

"Tidak juga, aku sudah 3 bulan disini," sahut Nia.

"Wah, kenapa aku baru sekarang melihatmu ya?" tanya Andrew.

"Mungkin kamu terlalu sibuk dengan perkerjaanmu," ucap Nia pelan.

Ting!!!

Lift terbuka, tak terasa mereka telah sampai dilantai paling ujung. Namun Andrew seperti kebingungan. Jelas saja, ia merasa ada yang aneh. Suasana kantornya berubah drastis tidak seperti biasanya. Seperti ia terdampar ditahun yang sudah lewat.

"Ini dimana?" tanya Andrew.

"Ini 20 tahun yang lalu, saat aku membantai seluruh karyawan kantor ini hahahhaha!!" ucap Nia dan langsung menikamkan belati yang entah sejak kapan ia pegang. Andrew berbalik nafasnya tercekat dikerongkongannya dan iapun ambruk dilantai.
***

Ting!!
Suara itu membuatnya kaget dan terbangun dari tidur berdirinya. Saking lelahnya ia sampai tertidur. Ia melihat kearah angka di atas pintu lift.

"5," ucap Andrew.

Dan perlahan pintu terbuka. Ia melihat sosok wanita cantik yang ada dihadapannya. Dengan cepat otaknya berkerja, saat wanita itu masuk. Andrewpun langsung melangkah keluar dari lift itu. Andrew terus berjalan dan setelah beberapa langkah ia berbalik dan menatap kearah wanita itu dari celah pintu yang hendak tertutup. Andrew tersentak. Wanita itu tersenyum dan ditangan kirinya ia menggenggam sebilah belati. Wanita itu menatap kearah Andrew dan mulutnya bergerak seperti mengatakan sesuatu.

"Kau lolos!"

Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname