Author: Sad Anonim.
Andrew sedang berjalan menaiki
satu-persatu anak tangga yang ada dikantornya. Sebuah gedung berlantai 10,
tempat dimana dia berkerja sehari-hari menjadi staf HRD. Diumurnya yang ke-30
ini ia masih saja menyendiri. Banyak staf wanita yang mencoba untuk
mendekatinya, namun ia sepertinya tak menggubris satupun dari mereka. Wajah
tampan dengan postur badan yang tinggi dan atletis tentu membuat banyak wanita
menginginkannya. Minggu lalu Andrew pulang larut malam, tak seperti biasanya.
Perkerjaannya sangat menumpuk hari ini. Pukul 23:00 akhirnya
Andrew bisa bernafas lega, semua
perkerjaannya selesai. Karena kondisi fisiknya yang sudah mulai lelah membuat
Andrew memilih untuk turun dari lantai sepuluh itu menggunakan lift. Ia menekan
tombol lift dan masuk kedalam. Lift itu menutup dan mulai menuruni satu persatu
lantai gedung itu. Andrew bersiul sambil menunggu lift itu tiba dilantai dasar.
Namun tiba-tiba lift itu berhenti saat sampai dilantai 5. Pintu lift terbuka
dan seorang wanita berjalan masuk kedalam lift itu. Wanita itu sangat menawan,
hingga Andrewpun tertarik.
"Ehem.. Boleh aku tau siapa
namamu?" tanya Andrew.
Wanita itu memalingkan wajahnya
kearah Andrew.
"Oh iya, aku Nia," ucap
wanita cantik itu.
"Aku baru kali ini melihatmu,
kau anak baru ya?" tanya Andrew lagi.
"Tidak juga, aku sudah 3 bulan
disini," sahut Nia.
"Wah, kenapa aku baru sekarang
melihatmu ya?" tanya Andrew.
"Mungkin kamu terlalu sibuk
dengan perkerjaanmu," ucap Nia pelan.
Ting!!!
Lift terbuka, tak terasa mereka
telah sampai dilantai paling ujung. Namun Andrew seperti kebingungan. Jelas
saja, ia merasa ada yang aneh. Suasana kantornya berubah drastis tidak seperti
biasanya. Seperti ia terdampar ditahun yang sudah lewat.
"Ini dimana?" tanya
Andrew.
"Ini 20 tahun yang lalu, saat
aku membantai seluruh karyawan kantor ini hahahhaha!!" ucap Nia dan
langsung menikamkan belati yang entah sejak kapan ia pegang. Andrew berbalik
nafasnya tercekat dikerongkongannya dan iapun ambruk dilantai.
***
Ting!!
Suara itu membuatnya kaget dan
terbangun dari tidur berdirinya. Saking lelahnya ia sampai tertidur. Ia melihat
kearah angka di atas pintu lift.
"5," ucap Andrew.
Dan perlahan pintu terbuka. Ia
melihat sosok wanita cantik yang ada dihadapannya. Dengan cepat otaknya
berkerja, saat wanita itu masuk. Andrewpun langsung melangkah keluar dari lift
itu. Andrew terus berjalan dan setelah beberapa langkah ia berbalik dan menatap
kearah wanita itu dari celah pintu yang hendak tertutup. Andrew tersentak.
Wanita itu tersenyum dan ditangan kirinya ia menggenggam sebilah belati. Wanita
itu menatap kearah Andrew dan mulutnya bergerak seperti mengatakan sesuatu.
"Kau lolos!"
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar